Kamis, 04 Desember 2014

PCOS, Penyulit Hamil yang Paling Banyak Dialami Wanita

Jakarta, Ada banyak faktor yang menyulitkan wanita untuk hamil, salah satu yang paling umum adalah Polycystic ovary syndrome (PCOS). Apa itu PCOS?

"Iya (penyulit hamil yang banyak dialami wanita). Saya tidak tahu persentasenya, tapi yang banyak datang ke dokter kandungan biasanya karena PCOS," tutur dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter spesialis kandungan dari RS Pusat Pertamina, saat berbincang dengan detikHealth, Jumat (11/4/2014).

Polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik merupakan gangguan hormonal yang umum di kalangan wanita usia reproduksi. Wanita dengan PCOS memiliki banyak kista kecil yang terletak di sepanjang tepi luar dari masing-masing ovarium (indung telur). Hal ini menyebabkan tidak adanya ovulasi, sehingga menyulitkan wanita untuk mendapatkan keturunan.

Periode menstruasi yang tidak teratur atau berkepanjangan, pertumbuhan rambut berlebih, jerawat, dan kelebihan berat badan, adalah gejala yang umumnya dialami wanita dengan PCOS.

"Penyebabnya belum jelas banget, tapi pada umumnya karena kegemukan," tambah dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Kegemukan, lanjut dr Frizar, dapat memicu terjadinya resistensi insulin dan menyebabkan tingkat insulin tinggi di dalam tubuh. Insulin yang tinggi akhirnya membuat sel telur tidak dapat berkembang dan gagal mengalami ovulasi, yakni pelepasan sel telur matang atau dikenal dengan masa subur.

Diagnosis dan pengobatan dini pada penderita PCOS dapat mengurangi risiko komplikasi jangka panjang, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
 
sumber: health.detik.com

3 comments:

sangat menarik dan tentunya bisa menambah pengetahuan kita
menarik sekalu :D

follback http://perumnas3.blogspot.com/
simple dan bermanfaat sekali, semoga membantu untuk para blogger pemula seperti saya mempelajarinya, cb kunjungi blog saya
>> terbohay.meximas.com/terbohay <<

Segera Buang Obat Anda Jika Temukan Ciri-ciri Begini pada Obat

Jakarta, Niat hati ingin sembuh malah sakit makin parah gara-gara beli obat palsu ataupun obat yang sudah rusak tapi tetap beredar di pasaran. Tak ada solusi lain selain waspada dan tahu caranya mengenali obat palsu dan obat rusak.

Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dra A. Retno Tyas Utami, Apt, M.Epid., memaparkan ciri-ciri obat rusak. "Kapsul ciri-cirinya kalau sudah lembek atau lengket saling menempel gitu bisa. Dia itu kan pembungkusnya dari gelatin yang rentan udara dan gampang rusak, ada kelembaban maka airnya akan meresap ke gelatin itu sehingga kapsulnya jadi lembek."

Sedangkan untuk obat berbentuk salep, warna dan baunya berubah, bisa juga campuran komposisinya yang mulai terlihat seperti terpisah atau mengeras.

Menurut Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Drs M. Dani Pratomo, MM, Apt., salep yang rusak bisa saja disebabkan karena penggunanya cenderung menutup salep tidak terlalu rapat sehingga udara mudah masuk dan hal itu mempercepat proses oksidasi serta menurunkan kualitas salep menjadi lebih cepat.

Begitu pun dengan puyer yang juga tergolong sebagai obat campur atau terdiri atas beberapa komposisi bahan tertentu. Jika rusak, warnanya pun cenderung berubah. "Jadi kalau nggak habis sebaiknya dibuang saja karena kan proses
penumbukannya juga kita nggak tahu bagaimana dan sudah pasti di udara terbuka. Di udara terbuka ada kuman dan bakteri kan, makanya kalau ibu-ibu suka simpan puyer untuk anaknya nanti pas sakitnya kambuh janganlah ya," saran Retno saat dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu (6/11/2013).

Lain kapsul dan salep, lain juga ciri obat sirup yang sudah rusak. Menurut Dani, obat sirup seperti halnya obat batuk yang rusak biasanya berubah jadi keruh, yang tadinya jernih langsung mengeruh.

Lalu sebenarnya apakah setiap obat memiliki jangka waktu penggunaan tertentu? "Kalau di apotek tidak dikasih tahu gimana nyimpen obatnya, itu hak pasien untuk nanya. Kalau obat racik stabilitasnya kira-kira tujuh sampai sepuluh hari, seperti puyer kalau sudah lebih dari seminggu sebaiknya dibuang," terang Dani.

Sedangkan obat batuk bisa tahan lama jikalau disimpan di kulkas atau sesuai dengan petunjuk penyimpanan yanga ada pada label. Biasanya mencapai 30 hari setelah dibuka atau sampai tanggal kedaluwarsa.

"Yang gampang itu cek sejak awal obat itu dipakai gimana dan nanti dilihat apakah bentuk, rasa, warnanya tidak sama dengan awalnya. Jika iya, itu sudah rusak berarti," imbuh Widyaretna Buenastuti, Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP).(vit/up)
 

4 comments:

terima kasih. artikel ini sangat membantu.

http://tasneem.student.ipb.ac.id/
keren artikelnya
join sob
www.obatbius.net
simple dan bermanfaat sekali, semoga membantu untuk para blogger pemula seperti saya mempelajarinya, cb kunjungi blog saya
>> terbohay.meximas.com/terbohay <<
Wahhh bahaya juga ya gan ... harus bener2 teliti ni ...

5-10 Persen Bayi Susah Menyusu Karena Ada 'Tali' di Lidahnya

Jakarta, Cukup banyak tantangan yang dihadapi untuk menyukseskan ASI (Air Susu Ibu) Esklusif selama 6 bulan. Selain kurangnya informasi di kalangan para ibu, terkadang kondisi fisik si bayi juga menghalangi, misalnya memiliki 'tali lidah'.

Tali lidah atau dalam istilah medis disebut tongue tie merupakan jaringan tipis yang menghubungkan dasar lidah dengan ujung bagian bawah. Bayi dengan kelainan bawaan berupa tali lidah yang pendek akan merasa sakit dan kesulitan saat menghisap puting ibunya.

"Penelitian menunjukkan 5-10 bayi memiliki tongue tie. Mungkin angka sesungguhnya lebih banyak lagi," kata Dr. Jack Newman, FRCPC, pakar laktasi internasional dari Kanada, saat ditemui di Hotel Santika, Jl AIPDA KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat, seperti ditulis pada Rabu (28/8/2013).

Menurut Dr Newman, kondisi ini kerap menyulitkan bayi untuk menyusu dengan baik. Bukan satu-satunya faktor yang menghambat pemberian ASI Eksklusif memang, tetapi bisa semakin menghambat bila ada kondisi lain misalnya si ibu kurang mendapat informasi.

Padahal seperti disampaikan oleh Dr Newman, cara mengatasi tongue tie cukup sederhana. Dengan pemotongan tali lidah yang prosedurnya tidak lebih dari 2 detik, bayi bisa menyusu dengan lebih nyaman. Prosedur ini umumnya bisa dilakukan oleh dokter anak.

Sementara itu, kurangnya informasi yang lengkap di kalangan para ibu masih menjadi hambatan utama dalam mengkampanyekan ASI Eksklusif khususnya di Indonesia. Oleh karenanya, dibutuhkan peran para konselor maupun konsultan laktasi sebagai penyampai informasi.

"Konsultan laktasi, yang bergelar IBCLC (International Board Certified Lactation Consultant) baru ada 53 orang di Indonesia. Diharapkan tiap tahun jumlahnya bertambah," kata Prof Dr Rulina Suradi, SpA(K), IBCLC, Koordinator IBCLC untuk Indonesia sekaligus penasihat Asosiasi Konsultan Laktasi Internasional Indonesia (AKLII).

Dalam rangka meningkatkan kecakapan para konsultan maupun konselor laktasi, AKLII mengadakan seminar di Hotel Santika Jakarta pada 28-29 Agustus 2013. Dr Newman, pakar laktasi internasional dari Kanada, menjadi salah seorang pembicara dalam acara tersebut.(up/up)
 
sumber: Health.detik.com

5 comments:

join juga
di. www.obatbius.net
Artikel yang bermanfaat buat saya. :)
simple dan bermanfaat sekali, semoga membantu untuk para blogger pemula seperti saya mempelajarinya, cb kunjungi blog saya
>> terbohay.meximas.com/terbohay <<

Wah! Bayi Ini Lahir dengan Memiliki Dua Gigi Depan

Middlesbrough, Inggris, Bayi yang baru lahir umumnya tidak memiliki gigi dan gigi tersebut baru akan tumbuh ketika ia berusia sekitar 6 bulan. Namun di Middlesbrough, Inggris, lahir seorang bayi perempuan bernama Eva Faith. Hebatnya, bayi ini lahir dalam kondisi sudah memiliki dua gigi depan.

Ibu Eva, Vicki Griffiths (26) mengaku sangat terkejut dengan kondisi bayinya. Vicki yang sebelumnya berencana memberikan ASI eksklusif bahkan berubah pikiran dan akan mempertimbangkan kembali keputusannya tersebut, seperti dilansir Daily Mail, Jumat (20/9/2013).

Eva lahir dengan sehat dan berbobot 3 kg di James Cook University Hospital, Middlesbrough. Awalnya tak seorang pun dari para perawat dan bidan yang menyadari bahwa bayi mungil ini sudah memiliki gigi. Ayah Eva, Steven, merupakan orang pertama yang menyadarinya. 

"Ketika saya kembali ke ruangan, Steven mengatakan bahwa anak kami memiliki gigi. Saya awalnya tidak percaya dan hanya tertawa, namun kemudian ia memperlihatkannya dan saya benar-benar terkejut," ujar Vicki. 

Tak hanya Vicki dan Steven saja yang terkejut atas kondisi Eva. Para perawat dan bidan pun merasa tak percaya. 

"Saya terus bertanya pada perawat dan bidan apakah mungkin saat ini Eva merasa kesakitan akibat pertumbuhan giginya tersebut, namun tak satupun dari mereka yang bisa menjawab," tutur Vicki. 

Ketika kemudian Vicki dan Eva diperbolehkan keluar dari rumah sakit, Vicki kemudian menemui dokter pribadinya. Dokter tersebut mengungkapkan bahwa ia pun tidak pernah menemui kasus seperti ini sebelumnya. Bahkan bidan dengan pengalaman selama 25 tahun pun tak pernah melihat kasus seperti Eva. 

Pada awalnya Vicki berpikir untuk melakukan sesuatu pada gigi Eva karena khawatir ia bisa tersedak. Namun dokter anak yang memeriksa Eva mengungkapkan bahwa kondisi Eva cukup stabil dan tidak ditemukan ada masalah, sehingga Eva tidak diberikan tindakan medis apapun terkait pertumbuhan giginya. Kini Eva sudah berada di rumahnya bersama orang tua dan kakak-kakaknya, Elizabeth (7) dan Emily (5), di Redcar, Cleveland.(ajg/vit)
 
sumber:health.detik.com

4 comments:

are you sure? I don't think so if that baby have two theeth
http://pay4shares.com/?share=41406